wonder's of life

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
MP DI HATI KU,

para pahlawan jasa mu begitu besar bagi negri ku

TELKOM SAHABAT KU

indonesia maju lah negri ku dengan sumpah pemuda maju lah bangsa ku

SATU NUSA SATU BANGSA

Here's an mp3 file that was uploaded as an attachment: Juan Manuel Fangio by Yue And here's a link to an external mp3 file: Acclimate by General Fuzz Both are CC licensed. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, ...

AKU CINTA INDONESIA

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec molestie facilisis ante. Ut a turpis ut ipsum pellentesque tincidunt. Morbi blandit sapien in mauris. Nulla lectus lorem, varius aliquet, ...

SUMPAH PEMUDA

I'm just a lowly contributor. My posts must be approved by the editor.Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at ...

Posted by Unknown - - 0 komentar



Dalam rangka HUT MALL PEKANBARU mengadakan the wonder of life,yang menampilakan shela on7.dari nama band yang di undang kita sudah pasti tau jika acara ini untuk HUT MP yang ke 7.
dalam rangka hut MP yang ke 7 .MP juga membuat sebuuah ajang yang sangat menarik untuk anak multymedia terutama untu anak BLOG...

acara ini banyak di dukung oleh :teh botol.megakom.hotel jatra. dan lain-lain

bukan hanya lomba blog saja yang di adakan oleh MP tapi juga lomba mewarnai untuk TK dan masi ada yang lain nya.

bukan saja untuk MP tapi TELKOM juga ikut serta dalam event ini karena TELKOM juga berulang tahun yang ke-154

SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK MP DAN TELKOM
[ Read More ]

Posted by Unknown - - 0 komentar



TRIBUNNEWSBATAM, BATAM
-- Kegiatan sosial donor darah yang digelar serikat karyawan Telkom Riau Kepulauan di Food Street Nagoya Hill Batam, pada Selasa (26/10) berhasil mengumpulkan 88 kantong darah dalam waktu kurang empat jam. Seluruh kantong darah tersebut langsung diserahkan ke PMI Cabang Batam untuk keperluan kemanusian.

M Zaidan Jauhari, selaku Ketua Sekar Telkom Rikep menjelaskan kegiatan donor darah ini adalah kegiatan rutin yang digelar Telkom setiap tahun menyambut hari ulang tahun. Namun, berkat kerjasama dan dukungan berbagai pihak, maka pada HUT Telkom ke 154, kegiatan di laksanaka di kawasan pusat perbelanjaan.

"Dipilihnya pusat perbelanjaan, selain mengutamakan pendonor dari kalangan karyawan Telkom sendiri, juga membidik, kalangan masyarakat umum, yang kebetulan berada di Nagoya Hil. Selama ini, kita menyelenggarakan kegiatan serupa di kantor setiap tahunnya. Tentu, makin banyak darah yang terkumpulkan, maka semakin banyak juga masyarakat Batam nantinya akan terbantu.,"ujar M Zaidan Jauhari, didampingi ketua pelaksana Rafdinal, Selasa (26/10).

Adapun, target acara kali ini adalah 100 kantor darah. Sedangkan selama empat jam penyelenggarana, berhasil mengumpulkan 88 kantor dari 116 orang yang melakukan pengecekan darah. Ini bukti kegiatan berhasil dan kemungkinan akan digelar dan menjadi kegiatan tahunan diselenggerakan di pusat perbelanjaan.

Pentingnya, aksi donor darah ini karena pengalaman karyawan Telkom, ketika ada saudara terkena musibah dan membutuhkan darah. "Ini pelajaran penting. Ketika ada karyawan butuh darah tertentu, ternyata sulit, dan habis. Maka, kami sebagai kerabat kerja turut merasakan kesusahannya. Sadar, akan masalah itu, maka kegiatan ini sebagai solusi dikemudian hari. Bayangkan, kalau perusahaan kita atau dari keluarga kita tidak ada yang pendonor aktif, maka akan merasakan susahnya mencari bantuan darah yang diinginkan,"papar Zaidan menceritakan pengalamannya.

Khusus kegiatan donor darah ini, panitia menyediakan berbagai souvenir bagi peserta yang telah mendonorkan darahnya, " Ada baju kaos menarik hingga pena. Tentu, kita berikan tambahan makanan bagi mereka yang selesai mendonorkan darahnya,"ujar Zaidan yang mengaku kalau dirinya bertekad akan ikut donor darah untuk yang pertama kalinya.
sumber artikel dari tribun
[ Read More ]

Posted by Unknown - - 0 komentar





Mall Pekanbaru terletak di seberang Plaza Senapelan persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar. Tempat wisata belanja modren yang satu ini merupakan Mall pertama di Pekanbaru.


Mall Pekanbaru merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang lengkap yang tidak hanya menyediakan busana, sepatu, perlengkapan sehari-hari kalangan atas, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan berbagai lapisan.

Food court, elektronik dan handphone yang relatif terjangkau serta swalayan yang menyediakan buah-buahan dan alat tulis kantor semakin menambah semaraknya Mal Pekanbaru. Selain itu disini juga tersedia tempat bermain anak-anak yang luas lho.!
[ Read More ]

Posted by Unknown - - 0 komentar

Dengan kemajuan zaman dan era globalisasi,banyak pemuda yang terlena oleh dunia maya.
banyak di antara pemuda dan meudi di indonesia umum nya menggunkan internet hanya untuk barmain game online,dan mampir lalu-lalang di jaringan sosial.

pemuda zaman sekarang hanya mengabis kan waktu luang,dan masa kemerdekaan untuk bersenang-senang,bukan untuk mencoba mengharumkan nama BANGSA INDONEISA,di mata dunia,setelah para pahlawan mengorbankan jiwa raga nya untuk bangsa ini hingga tetes darah penghabisan,
bahkan para toko pendiri negara INDONESIA yang kita cintai ini telah,membuat satu deklarasi yang kita kenal dengan SUMPAH PEMUDA, mereka berjanji untuk SATU BANGSA,SATU TANAH AIR,DAN SATU BAHASA.

Dan sekarang apakah kita pantas untuk berpangku tangan menikmati kemerdekaan tanpa,berusaha untuk mengharum kan INDONESIA di mata dunia.

sekarang dengan Adanya lomba yang di adakan Oleh MAll pekanbaru dan TELKOM,ini adalah ajang untuk kami putra dan putri bangsa berkarya dan mengaharumkan INDONESIA.

dengan lomba blog ini kami tidak hanya bisa mengasah kemampuan kami dalam bidang multimedia,tapi kamu juga bisa mempertahankan BUDAYA-BUDAYA INDONESIA agar tidak di oleh bangsa lain.
lewat BLOG ini:
  • kami Blogerwan-BLogerwati bersumpah akan menjaga budaya-budaya bangsa.
  • kami Blogerwan-Blogerwati mangaku berkeinginan satu mengaharumkan bangsa indonesia
  • kami Blogerwan-Blogerwati mangaku berbahsa satu bahasa indonesia
[ Read More ]

Posted by Unknown - - 0 komentar

Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "titik". Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya "wax-resist dyeing".
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.







Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Sri Lanka dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis Batik

Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
[ Read More ]

Posted by Unknown - - 0 komentar





Nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama "Senapelan" yang pada saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin. Daerah yang mulanya sebagai ladang, lambat laun menjadi perkampungan. Kemudian perkampungan Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi muara sungai Siak.

Nama Payung Sekaki tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan. PerkembanganSenapelan berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Diperkirakan istana tersebut terletak di sekitar Mesjid Raya sekarang. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mempunyai inisiatif untuk membuat Pekan di Senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu disekitar pelabuhan sekarang.


Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 21 Rajah 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi "Pekan Baharu" selanjutnya diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Mulai saat itu sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer sebutan "PEKAN BAHARU", yang dalam bahasa sehari-hari disebut PEKANBARU.

Perkembangan selanjutnya tentang pemerintahan di Kota Pekanbaru selalu mengalami perubahan, antara lain sebagai berikut :

SK Kerajaan Besluit van Her Inlanche Zelf Bestuur van Siak No.1 tanggal 19 Oktober 1919, Pekanbaru bagian dari Kerajaan Siak yang disebut District.

Tahun 1931 Pekanbaru masuk wilayah Kampar Kiri dikepalai oleh seorang Controleur berkedudukan di Pekanbaru.

Tanggal 8 Maret 1942 Pekanbaru dikepalai oleh seorang Gubernur Militer disebut Gokung, Distrik menjadi Gun dikepalai oleh Gunco.

Ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No.103 Pekanbaru dijadikan daerah otonom yang disebut Haminte atau Kota b.

UU No.22 tahun 1948 Kabupaten Pekanbaru diganti dengan Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru diberi status Kota Kecil.

UU No.8 tahun 1956 menyempurnakan status Kota Pekanbaru sebagai kota kecil.
UU No.1 tahun 1957 status Pekanbaru menjadi Kota Praja.

Kepmendagri No. Desember 52/I/44-25 tanggal 20 Januari 1959 Pekanbaru menjadi ibukota Propinsi Riau.

UU No.18 tahun 1965 resmi pemakaian sebutan Kotamadya.
UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sebutan Kotamadya berubah menjadi Kota.
[ Read More ]

Posted by Unknown - - 0 komentar

hari ini saya bertanya pada diri sendiri kapan terakhir kali saya menyanyikan lagu Indonesia Raya, atau mungkin kapan saya terakhir kali mendengar lagu itu dinyanyikan. adalah sebuah pertanyaan yang belum bisa saya jawab untuk tapi untuk pertanyaan kedua sayup-sayup ingatan datang, iya terakhir kali saya mendengar lagu Indonesia Raya ketika pagi tadi salah satu televisi swasta.







mungkin pertanyaan “kapan terakhir indonesia raya dinyanyikan ?” tidak terlalu dirisaukan oleh anak-anak sekolah dari SD hingga SMA. dulu waktu saya mengenyam pendidikan MI (Madrasah Ibtidaiyah) pendidikan setingkat SD, tepatnya kelas 5 hingga kelas 6 saya serig mendapat giliran memimpin upacara bendera hari senin, sebuah tugas yang menjadi kebanggan bagi siswa sekolah kampung ketika itu. dogma guru yang mengatakan bahwa menjadi petugas upacara adalah sebuah bentuk perjuangan dan pengabdian pada negara dan nilainya sama dengan perjoeangan Jendral Soedirman. menjadi petugas upacara -menurut guru saya ketika itu- adalah sebuah cara melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa. sebagai anak SD dari kampung yang selalu nonton film G30S/PKI versi pak harto dan hobi nonton suguhan film perjuangan bangsa seperti : “Pangeran Dipenogoro”, “Cut Nyak Dien”, “Nagabonar”, “Pahlawan Dari Goa Selarong”, “Janur Kuning”. tentu heroisme masih sangat terasa.

selain menjadi pemimpin upacara saya juga sering didaulat membaca prembeule UUD 1945, saya masih ingat warna mapnya merah, itu dilakukan untuk membedakan dengan map berisi doa yang berwarna hijau dan map pancasila yang biasa dipegang ajudan pembina upacara berwarna kuning. map-map itu begitu sakral dan tidak boleh dibuka kecuali ketika upacara akan dilakukan dan map-map itu hanya keluar dari lemari kantor ketika hari senin, setelah itu dimasukan kembali ke lemari.

semua peristiwa sakral berupa “upacara bendera hari senin” selalu diawali dengan sebuah dering lonceng yang terbuat dari potongan batang besi dari mobil yang dipukul gagang martil. lonceng yang kini mungkin tidak akan pernah tergantung lagi di sekolah-sekolah “Rintisan Sekolah Berstandar Internasional”. masih teringat dengan jelas dalam bayangan hitam putih jejeran kawan-kawan yang berbaris rapih dalam dua saff baris, tidak banyak murid kampung yang berfikiran sekolah ketika saya lulus dari MI saat itu hanya berjumlah 8 orang, 6 pria dan 2 wanita. itulah wajah-wajah anak-anak kampung yang percaya bahwa sekolah adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum berlari kesawah membantu orang tuanya.

dalam setiap baris masih ada sepatu bolong tanpa kaus kaki, hingga mereka yang memakai sepatu kulit “nyeker men” alias tanpa alas, bahkan pakaian merah putih anak-anak yang sudah menginjak kelas 5 dan 6, sudah -sebenarnya- mulai tidak pantas, baju putihnya sudah mulai kusam kekuning-kuningan hingga bintik-bintik hitam bekas keringat, maklum saya pakaian putih itu tidak hanya untuk sekolah tapi juga untuk mengaji di masjid dan pergi kesawah. sedangkan celana merah sudah mulai kusam kehitam-hitaman, dan yang tadinya berada di bawah lutut (filosofi ketika membuat seragam SD kelas satu selalu di panjangkan supaya awet) dan ketika menginjak kelas 5 dan 6, sudah berada jaub di atas lutut.

tapi semua itu tidak pernah mengurang rasa cinta tanah air dan pancasila serta kebencian tanpa dasar pada kompeni dan PKI, serta betapa wajah berkaca-kaca melihat “bapak pembangunan” tampil di TVRI mengangkat padi. ketika upacara bendera selalu sangat khusyu seperti sholat, dan nyanyian Indonesia Raya selalu terasa menggema seperti wirid sehabis sholat maghrib. ketika Indonesia Raya berkumandang bersamaan tangan kanan diangkat menghormat sang saka merah putih yang dikerek oleh siswa perempuan yang tanpa alas kaki selalu terasa begitu bermakna. para petani yang akan berangkat kesawah selalu berhenti sejenak ikut bernyanyi dan memandang merah putih walaupun tidak ikut menghormat karena tangannya memegang cangkul dan parang.







setelah itu semua selesai sayalah pemilik tanggung jawab terbesar untuk mengucapkan dengan lantang “tegap grak” sebuah kata yang menurut saya -ketika itu- adalah sebuah pengkhianatan atas nama bangsa. karena menurunkan tangan dan menyuruh orang berhenti memberi hormat.

kini tahun demi tahun berlalu, radio dan televisi swasta hampir tidak pernah lagi mengumandangkan indonesia raya, kebanggana itu lama-lama mulai pudar dari wajah anak-anak bangsa. anak SD sekarang lebih hafal lagu-lagu alay daripada lagu-lagu kebangsaan. Indonesia Raya -mungkin- kini hanya retorika sarapan pagi di hari senin, dan mengangkat tangan untuk memberi hormat justru -dianggap- membuat pegal tangan.

sebagai manusia yang pernah menjadi anak-anak dan murid SD, saya terkadang rindu untuk mendengar pembawa acara bersenandung “Pengibaran sang saka merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya” dan kemudian rindu untuk berteriak,

“PADA SANG SAKA MERAH PUTIH HORMAAAAAT GRAK!”

serta sayup-sayup mengalun suara serak dan fals anak-anak kampung terpencil dengan khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

…………

…………

Hiduplah Indonesia Raya
[ Read More ]